
Banjarnegara, 13 Oktober 2026 — CV. Kreasindo Gema Nusantara melaksanakan rapat dalam rangka penandatanganan kontrak sekaligus pembahasan awal pelaksanaan Kegiatan Sistem Informasi Kepariwisataan Pengembangan Destinasi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan yang bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara tersebut menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman dan kebutuhan sebelum memasuki tahapan pengembangan sistem.
Pembahasan diarahkan pada pemetaan serta pengelolaan data kepariwisataan agar dapat tersaji secara lebih rapi berdasarkan bidang-bidang yang terdapat pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Beberapa sumber data yang telah tersedia, termasuk E-book Dinas Pariwisata, data Monev, data DIKDAYA, serta data UMKM dari Disperindagkop, akan menjadi bahan pendukung dalam pengembangan sistem. Sementara itu, beberapa data seperti data homestay masih memerlukan proses survei dan sejumlah data Riparda masih tersedia secara manual.
Dalam pembahasan struktur sistem, disepakati bahwa menu utama Dwarawati yang telah ditetapkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi salah satu acuan dalam pengembangan. Setiap nomor menu utama atau subbab direncanakan memiliki halaman tersendiri, sedangkan menu yang menampilkan capaian data dan angka akan ditempatkan pada bagian awal agar informasi penting dapat diketahui pengguna dengan lebih cepat.
Pengembangan sistem juga diarahkan agar website lama dan website baru dapat saling terhubung. Selain itu, sistem akan mengakomodasi pengelolaan media publikasi yang meliputi publikasi kegiatan, dokumentasi kegiatan, dan artikel kegiatan. Artikel dapat berasal dari Dinas maupun pengguna umum, dengan mekanisme approval dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebelum dipublikasikan.
Aspek pengelolaan data pengunjung juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Input data kunjungan yang saat ini masih dilakukan secara manual membutuhkan dukungan sumber daya manusia atau admin yang memahami proses pengelolaan data. Ke depan, input kunjungan dapat dilakukan melalui admin Dinas, termasuk penyajian grafik jumlah pengunjung pada masing-masing destinasi secara real time serta integrasi data monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari informasi kepariwisataan.
Dalam pengelolaan pengguna sistem, dilakukan pula pemisahan kelompok SDM berdasarkan perannya, yaitu Desa Wisata, Pengelola Wisata, serta User Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Pembagian tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan akses dan data sesuai dengan fungsi masing-masing pengguna dalam ekosistem kepariwisataan Kabupaten Banjarnegara.
Pembahasan turut mencakup rencana pengembangan fitur E-Sakip yang nantinya diarahkan untuk mendukung pengelolaan informasi mulai dari perencanaan kegiatan hingga monitoring dan evaluasi beserta fungsi masing-masing destinasi wisata. Untuk tahap saat ini, data E-Sakip masih terbatas pada data perencanaan dan belum seluruh fungsi evaluasi terbentuk dalam sistem. Pengembangan sistem E-Sakip secara lebih lengkap direncanakan pada tahap pemeliharaan.
Sebagai bagian dari pengembangan, referensi dari website pariwisata Kabupaten Pacitan juga dibahas sebagai salah satu bahan pembanding, mengingat adanya pengalaman studi banding ke daerah tersebut. Selain itu, pengembangan sistem diharapkan dapat memberikan ruang bagi kebutuhan pengelolaan data destinasi, UMKM, homestay, publikasi, serta informasi kepariwisataan lainnya secara lebih terintegrasi.
Pelaksanaan kegiatan direncanakan melalui beberapa tahapan, yaitu satu minggu untuk pemetaan data, dua minggu untuk pengembangan, dua minggu untuk revisi dan FGD dengan desa wisata dalam rangka penjaringan akun, serta satu sampai dua minggu untuk penyempurnaan sistem. Dalam proses tersebut juga diperlukan pelaksanaan uji publik pada tahap awal dan akhir untuk memperoleh masukan serta memastikan sistem yang dikembangkan dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Selain pengembangan sistem, kegiatan juga mencakup kebutuhan pendampingan melalui tenaga ahli pariwisata serta pelaksanaan pendampingan dan pelatihan bagi desa wisata. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan bahwa sistem yang dikembangkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan kepariwisataan.
Melalui rapat penandatanganan kontrak dan pembahasan awal ini, CV. Kreasindo Gema Nusantara bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara berkomitmen untuk membangun koordinasi yang baik dalam pelaksanaan Sistem Informasi Kepariwisataan Pengembangan Destinasi. Pengembangan sistem diharapkan dapat mendukung tersedianya informasi kepariwisataan yang lebih terstruktur, mudah dikelola, dan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, pengelola destinasi, desa wisata, pelaku usaha, masyarakat, serta wisatawan.
CV. Kreasindo Gema Nusantara terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan digitalisasi sektor pariwisata melalui solusi teknologi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan pemangku kepentingan.
Jawaban kurang tepat atau butuh layanan lanjutan? Tekan tombol di atas — petugas kami akan mengambil alih percakapan ini.
· balasan juga dikirim ke WhatsApp jika Anda tinggalkan halaman ini.